CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 01 Oktober 2013

cerpenku

HARI ITU

Di pagi yang cerah, sang surya mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Perlahan-lahan bumi mulai tampak karena sinarnya. Si jantan pun mulai berkokok bersaut-sautan. Kecerahan pagi itu membuat Lili terbangun dari tempat tidurnya untuk memulai aktivitasnya.
“ Kak, bangun! Sudah jam setengah enam “. Ucap Lili sambil menutup mulutnya yang sedang menguap itu.
“ Iya, sebentar lagi. Jawab Lala.
Setelah Lala membangunkan tubuhnya dari ranjang tempat mereka tidur, ia pun menuju ke kamar mandi. Sedangkan Lili yang sedaritadi bangun labih awal, merapikan tempat tidurnya. Ia tampak rajin sekali merapikan tempat tidurnya. Aktivitas itu dilakukannya setiap pagi oleh Lili. Jarang sekali kakaknya merapikan tempat tidur mereka berdua.
                                      ---------------------
Setelah selesai sarapan, Lala dan Lili berpamitan kepada Papa dan Mamanya. Mereka berdua selalu berpamitan kepada orang tuanya sebelum pergi ke suatu tempat.
“ Ma, Pa, Lili berangkat sekolah dulu ya”. Ucap Lili.
“Lala juga ya Ma, pa”. Kata Lala.
“ Iya nak, hati-hati dijalan. Nanti kalau sudah pulang sekolah, langsung pulang ya. Jangan main-main”. Ucap Ibu Riska terhadap kedua anak perempuan yang disayangnya.
          Setelah selesai bersalaman, Lala dan Lili menuju ke depan garasi rumah. Mereka menuju mobil merah yang siap dikendarai oleh pak Man tukang sopir yang kini sudah 5 tahun bekerja dengan Ibu Riska dan juga Pak Rudi. Mobil itu mulai melaju perlahan kemudian mulai berjalan kencang melintasi jalan raya menuju ke sekolah kedua anak majikannya. Terlihat jalan raya yang dilewatinya sudah ramai dikerumuni oleh banyaknya gerobak modern yang tampak begitu mewah yang berlalu-lalang menuju gedung megah yang dinantikannya. Seperti biasanya, jika mereka berdua berangkat menuju kesekolah, Lala duduk dimobil dengan memegang HP kesayangannya. Sedangkan Lili hanya duduk manis melihat –lihat keramaian kota Jakarta. Tak lama kemudian, Pak Man menghentikan mobilnya persis didepan sekolah Lala dan Lili Yaitu SMA Dharma Putra. Mereka berdua beranjak dari tempat duduk dan segera membuka pintu mobil untuk keluar. Lala mulai berjalan menuju gerbang sekolah yang terbuka lebar-lebar.
“ Pak, nanti njemputnya jangan telat”, Ucap Lili kepada sopirnya.
“ Iya neng!”, jawab pak Man dengan singkat.
          Mobil itupun melaju untuk perjalanan kembali kerumah. Kemudian Lili berjalan cepat dengan tujuan untuk menghampiri Lala yang sudah berada di dalam sekolahan. Setelah mereka berjalan bersama menuju ke kelas, bel pun berbunyi tanda untuk memulai pelajaran pertama. Mereka berdua cepat-cepat menuju ke kelas sebelum Ibu guru datang.
          Lili segera duduk dikursi yang kosong dan menyiapkan buku tulisnya untuk pelajaran. Jam pelajaran pertama di isi oleh Bu Rini. Ia mengajar mata pelajaran biologi dikelas X.
          Pelajaran hari itu berjalan dengan cepat. Setelah selesai palajaran, Lala keluar kelas dan  langsung menuju ke pintu gerbang. Namun Lili masih berada didalam kelas membereskan buku-bukunya yang tadi digunakan. Ia tampak lemas saat memasukkan buku tersebut kedalam tasnya.
          Saat berada di perjalanan menuju keluar sekolah, tiba-tiba wajah Lili nampak pucat dan ia berjalan sangat lambat karena ia merasa pusing. Melihat keadaan Lili dari jauh, Lala menghampirinya.
“ Li, kamu kenapa? Kamu kok pucat banget”. Suara itu terlontar dari mulut Lala.
“ Emm, tidak papa kok,,,”. Jawab Lili menampakkan bahwa ia menyembunyikan sesuatu dari Lala.
“ Kamu nggak enak badan ya, kita ke UKS sebentar yuk”, kata Lala lagi.
“ tidak usah, aku hanya nggak enak badan. Nanti aku istirahat dirumah saja, toh kata mama kita jangan pulang telat”. Ucap Lili.
“ Ya sudah kalau mau Mu begitu. Kita pulang sekarang”.
          Lili menganggukkan kepalanya menunjukkan bahwa ia setuju dengannya. Mereka menuju ke mobil yang sudah berhenti sejak tadi.
                             --------------------------

“Ma, Mama, aku sudah pulang.” Suara Lala yang terdengar dari depan pintu rumah.
“ Iya, sini sayang”. Ucap Mamanya.
          Kemudian Lala mencium kening mamanya dan kemudian menuju kekamarnya. Tak ketinggalan, Lili pun juga menghampiri mamanya dengan tubuh yang lemas dan wajah yang pucat. Lebih pucat lagi dari tadi waktu berada disekolah.
“ Ya ampun Lili, kamu kok pucat banget. Mama bawa ke rumah sakit ya?” Ucap mamanya.
“Gak usah ma, Lili istirahat di rumah saja” jawab gadis manis itu dengan suara sedih.
Mendengar jawaban dari Lili, mamanya hanya bisa diam karena sudah mengenal wataknya yang keras kepala.
Setelah Lili mencium tangan mamanya, Lili berjalan menuju kamarnya. Saat Lala dan Lili berada di kamar, tak lama kemudian Papa dan Mamanya masuk ke kamar menghampiri kedua anaknya.
“Nak, kamu tahu tidak, besuk tanggal berapa ? tanya Bu Riska kepada Lala yang sedang asyik membaca buku.
“ Tahu mah, besuk tanggal 29 mei, memangnya ada apa ma ?” tanya Lala.
Masak, tidak tahu, besuk kan ultahnya Lili.” Jawab papa dan mamanya.
“Oh iya pa,ma. Jangan keras-keras bilangnya. Besuk kita rayain ultahnya ya,” kata Lala dengan suara lirih agar suara itu tidak terdengar Lili yang terlelap tidur karena tidak enak badan.
“ Iya, mama sudah siapkan semuanya. Dari tempat pesta, undangan untuk teman-teman Lili dan kue tartnya. Kebetulan besukkan hari minggu jadi mama dan papa ngerayainnya sekitar jam 13.00”, jelas mamanya.
Mendengar penjelasan dari kedua orang tuanya, Lala sangat senang karena bisa ngerayain ulang tahun adiknya. Padahal dua bulan sebelumnya, papa dan mamanya telah ngerayain ulang tahun Lala. Setelah mereka berbincang bincang, mereka bertiga keluar dari tempat tidur dan akan menuju ke ruang keluarga untuk berkumpul bersama.
                             -----------------------------
Keesokan harinya, sengaja Lala bangun pagi-pagi karena ingin menyiapkan sesuatu untuk adik tercintanya. Ia ingin memberikan kejutaan kepada saudaranya itu. Ia akan menyiapkan segala sesuatu untuk Lili. Tapi, Lili bingung kenapa kakaknya sibuk sendiri dari pagi tadi. Kemudian Lili pun menghampirinya dan bertanya kepada kakanya.
“ kak sebenarnya ada apa ? kok kakak cari-cari gaun pesta ?”.  tanya lili kepada kakaknya.
“ lah, kamu sekarang ulang tahun kan ?”  balik tanya kepada Lili.
“ oh iya kak, aku kok bisa lupa ? padahal dua hari sebelumnya aku ingat dan ingin minta kado sama Papa.” Jawab Lili.
“ ya, nanti jam satu siang ada surprise buat kamu. Pokoknya kamu tenang aja. Biar kakak nyiapin baju pesta buat kamu”.
“ emangnya sekarang ada pesta ulang tahun buat ku ? “ tanya Lili lagi.
“ ada deh, pokoknya surprise buat kamu”. Jawab Lala.
          Setelah mereka berbincang-bincang dan sudah menemukan gaun yang tepat bual Lili, Lala akhirnya keluar meninggalkan kamarnya untuk pergi ke toko membeli kado buat Lala. Sedangkan Lili hanya termenung di kamar dan menanti-nanti kejutan dari kakak dan orang tuanya. Lili merasa senang karena akan medapat kejuatan itu.
          Setelah Lili lama menunggu kehadiran kakaknya yang tadi hilang tanpa diketahuinya, ia melihat kakaknya dari jendela kamar atas membawa tas plastik yang sepertinya habis dari toko.tas itu dimasukkannya kedalam mobil. Saat Lala masuk kamar kemudian Lili bertanya kepada Lala.
“ kak, tadi bawa apa ? kok tas plastiknya besar banget.” Tanya Lili.
“ itu sesuatu buat orang yang kakak sayangi” jawab Lala dengan tersenyum.
“ itu kado buat aku ya kak ?” tanya Lili lagi.
“ada deh, eh sekarang kakak mau lihat kamu pakai gaun yang tadi kakak pilih buat kamu. Sekarang di pakai ya ?” kata Lala.
Mendengar ucapan dari kakaknya, Lili pun menuju ke kamar mandi yang berada di pojok ruangan tempat tidurnya. Setelah Lili melihatkan dirinya mengenakan gaun berwarna Merah muda itu, Lala terkejut melihatnya. Adiknya terlihat cantik dan anggun. Setelah lala terpesona melihat kecantikan adiknya, ia pun langsung merias wajah Lili karena jam sudah mununjukkan pukul duabelas. Lala asyik merias wajah Lili karena ingin segera melihat hasil riasan dari dirinya dan ingin melihat Lala lebih cantik saat pesta nanti. Setelah selesai merias wajah Lili, tiba-tiba papa dan mamanya datang. Mereka berdua juga kagum melihat kecantikan Lili.
“ waduh, anak Mama cantik banget”, kata Mamanya.
“ trima kasih ma,” jawab Lili.
“ Lili, sekarang kita keluar sebentar yuk. Papa dan Mama sudah nyiapain surprise buat kamu”. Ucap Papanya.
“ sebentar pa, ma, Lala ganti baju dulu”. Kata Lala.
“ iya, kami tunggu di luar ya”, jawab Mamanya.
“ siap”, kata Lala.
Mereka bertiga akhirnya keluar meninggalkan Lala di kamarnya untuk ganti pakaian. Setelah limabelas menit berlalu, Lala menuju ke garasi depan menghampiri mereka bertiga.
“ ma, aku sudah siap”. Teriak Lala dari pintu depan.
“ oke sekarang kita berangkat”. Kata Papanya.
Mereka berempat masuk ke mobil yang sudah siap dikendarai oleh pak Man. Mobil itu melaju dengan cepat menuju ke suatu tempat. Lili Hanya diam di Mobil karena Ia menduga bahwa mobil ini akan menuju  ke tempat acara pesta ulang tahunnya. Ternyata dugaan Lili benar. Mobil itu berhenti di pinggir jalan dekat tempat pesta ulang tahun. Mereka kemudian turun menuju ke tempat tersebut dan Lala segera mengambil kado spesial. Lala dan Lili hanya berjalan dibelakangnya. Setelah berada di depan pintu, Lili disuruh papanya untuk membuka pintu. Lili sangat terkejut melihat semua yang ada di dalam ruangan itu. Teman-temannya menyanyikan lagu happy birthday. Lili sangat senang sekali. Setelah selesai menyanyikan lagu untuk Lili, mamanya berjalan menuju meja yang di atasnya sudah ada  kue tart dengan lilinnya. Semua orang pun mengikuti mamanya Lili. Kemudian Lili mendekati mamanya dan ia disuruh untuk meniup lilinnya. Tapi, belum sempat Lili meniup lilinnya, ia pingsan. Semua orang yang ada di ruangan tersebut kaget dan sedih melihat Lili pingsan. Tak berlama-lama, papanya menggendong Lili untuk di bawa ke rumah sakit. Lala dan mamanya membuntuti papanya yang berjalan cepat agar Lili sampai di rumah sakit. Lala berjalan sambil menangis karena sedih melihat adiknya yang belum sempat merayakan ulang tahunnya sudah jatuh pingsan tanpadiketahui apa penyebabnya.

          Setelah berada di rumah sakit, mereka bertiga menunggu hasil laporan pemeriksaan dokter di ruang tunggu dekat ruangan Lili di periksa. Mereka hanya diam dan berdoa supaya Lili dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi, harapan itu hilang setelah dokter memberikan laporan pemeriksaan tentang Lili. Ternyata Lili mempunyai penyakit jantung. Penyakit itu diderita Oleh Lili sudah lama. Sering kali Lili terlihat pucat, tetapi kepucatan di wajah Lili itu tidak disadari oleh keluarganya bahwa itu adalah gejala dari penyakit jantung. Mendengar cerita dokter seperti itu, Lala dan kedua orang tuanya hanya bisa berharap dan berdoa lagi agar Lili diberi kesembuhan dari penyakitnya. 

0 komentar:

Posting Komentar

parampa lalalala

Sample text

Social Icons

Featured Posts

Social Icons

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.